PERENCANAAN DAN MANAJEMEN STRATEGI

Senin, 09 Mei 2011 0 komentar

PENGERTIAN PERENCANAAN

Robbin dan Coulter mendefinisikan prencanaan sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sitem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengoordinir seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi.
            Pengertian perencanaan dapat kita lihat dalam tida hal, yaitu dari sisi proses, fungsi manajemen, dan pengambilan keputusan.
  1. dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai.
  2. dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh atas wewenang untuk menentukan atau mengubah tujuan dan kegiatan organisasi.
  3. dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan untuk jangka waktu yang panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, hingga implementasi perencanaan tersebut dibuktikan dikemudian hari.

Fungsi perencanaan :
  1. perencanaan sebagi pengarah
  2. perencanaan sebagai minimalisasi ketidakpastian
  3. perencanaan sebagai minimalisasi pemborosan sumber daya
  4. perencanaan sebagai penetapan standar dalam pengawasan kualitas

PENGERTIAN STRATEGI

Manajemen strategi merupakan proses atau rangkaian kegiatan pengambilan keputusan yang bersifat mendasar dan menyeluruh, disertai penetapan cara melaksanakannya, yang dibuat oleh pimpinan dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran di dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuan.
Griffin mengidentifkasikan strategi sebagai rencana konfrehensif untuk mecapai tujuan organisasi. Tidak hanya sekedar mencapai, tetapi strategi juga dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan organisasi dilingkungan dimasa organisasi tersebut menjalankan aktifitasnya.
Menurut Pearch dan Robinson (1997) dikatakan bahwa manajemen strategi adalah kumpulan dan tindakan yang menghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan (implementasi) rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi.
Sedangkan pengertian manajemen strategi menurut Nawawi adalah perencanaan berskala besar (disebut perencanaan strategi) yang berorientasi pada jangkauan masa depan yang jauh (disebut visi), dan ditetapkan sebagai keputusan pimpinan tertinggi (keputusan yang bersifat mendasar dan prinsipil), agar memungkinkan organisasi berinteraksi secara efektif (disebut misi), dalam usaha menghasilkan sesuatu (perencanaan operaional untuk menghasilkan barang dan/atau jasa serta pelayanan) yang berkualitas, dengan diarahkan pada optimalisasi pencapaian tujuan (disebut tujuan strategis) dan berbagai sasaran (tujuan operasional) organsasi.


Komponen strategi :
  1. kompetensi yang berbeda
  2. ruang lingkup
  3. distribusi sumber daya

jenis strategi :
  1. strategi pada tingkat perusahaan
  2. strategi pada tingkat bisnis
  3. strategi pada tingkat fungisonal

penysusnan strategi :
  1. penilaian keperluan penyusunan strategi
  2. analisis situasi
  3. pemilihan strategi

proses manajemen strategis :
  1. perencanaan strategis, proses ini dimulai dari penentuan tujuan hingga penyusunan strategi.
  2. implementasi strategi, proses ini mencakup implementasi yang dijalankan berdasarkan strategi yang dipilih dan juga pengendalian atas implementasi yang dilakukan.

MANAJEMEN STRATEGI ISLAMI

Aplikasi manajemen strategis Islami yang dikendalikan oleh nilai-nilai syari’ah sama sekali berbeda dengan  aplikasi manajemen strategis konvensional yang non Islami, Perbedaan itu ialah pada cara pengambilan keputusannya, hingga pelaksanaannya (strategi-strategi fungsional). Dengan berlandaskan sekulerisme yang bersendikan pada nilai-nilai material, aplikasi strategis non Islami tidak memperhatikan aturan halal-haram dalam setiap perencanaan, pelaksanaan dan segala usaha yang dilakukan dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

 Dari asas sekularismen inilah, seluruh bangunan bisnis, kegiatan dan pemanfaatan sumberdaya organisasi diarahkan pada hal-hal yang bersifat bendawi dan menafikan nilai ruhiyah serta keterikatan SDM organisasi pada aturan yang lahir dari nilai-pnilai syari’ah. Kalaupun ada aturan, tetapi semata-mata bersifat etik yang tidak ada hubungannya dengan konsekunesi pahala dan dosa.

 Berikut ini akan dikemukakan perbedaan bisnis Islami dan non Islami  (konvensional).

Manajemen strategis perspektif syari’ah memiliki 14 karakter khas yang membedakannya dengan manajemen strategis konvensional, yaitu :  1. Asas, 2. motivasi, 3 orientasi, 4. stratregi induk, 5.  strategi fungsional operasi, 6stratregi fungsional keuangan, 7 strategi fungsional pemasaran. 8 strategi fungsional SDM dan 9. sumberdaya. 10. Manajemen Strategis, 11. Manajemen operasi, 12. manajemen keuangan, 13. Manajemen Pemasaran, dan 14. Manajemen SDM.

Implementasi manajemen stratregis dengan kendali syari’ah akan membawa organisasi bisnis berorientasi pada pencapai empat hal utama, yakni :
1. Target hasil : profit materi dan benefit non-materi
2. Pertumbuhan : artinya terus meningkat
3. Keberlangsungan, dalam kurun waktu selam mungkin
4. Keberkahan atau keridhaan Allah
Dari keempat hal tersebut, hal yang membedakan orientasi manajemen strategis persepektif syari’ah
dengan konvensional adalah pada orientasi pertama, target hasil dan orientasi ke empat, keberkahan dan keridhaan Allah. Hal ini menjadikan orientasi stratregis perusahaan melulu mengejar keuntungan duniawi saja, dan mengabaikan  aspek keridhaan Allah Swt.

REFERENSI :

Tisnawati sule, erni. Saefullah, Kurniawan. 2005. Pengantar Manajemen. Jakarta; Kencana

Harahap, Sofyan Syafri. 1996.Manajemen Kontemporer. Jakarta; PT RajaGrafindo Persada

Harahap, Sofyan Syafri, Akuntansi, Pengawasan & Manajemen dalam Perspektif Islam, Jakarta, FE Trisakti, 1992

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Copyright 2011 ART POINT | TNB